Sebatbut dulu lah kita!
Mufid – Manusia berjiwa muda
Hampir 28 jam dari Bandung menuju Bali sudah dilewati, kini kita berdua sudah sampai di pelabuhan Ketapang di Banyuwangi. Gila! sudah sangat dekat akhirnya setelah melewati jalur bus ekonomi yang muter-muter. Kami berdua ketika di Malang memang memutuskan mencoba bus ekonomi karena bisa berangkat pada siang hari dan berharap lebih cepat mencapai Bali. Ternyata bus ekonomi memang mencari penumpang hingga uangnya memenuhi setoran dan nyatanya yang tidak memenuhi setoran penumpang bus akan dipindahkan ke bus ekonomi yang lebih penuh.
Keringat, minyak, letih, panas, dan sesak yang dirasakan di dalam bus karena melebihi muatan yang seharusnya. Terasa sangat menggembirakan memang untuk mencapai pelabuhan Ketapang. Karena ingin mencari angin “yok riy sebatbut” artinya sebatang rokok ngebut itu kata Mufid. Keluar dari bus, ternyata diparkirkan sangat-sangat berdekatan hingga kadang jalan tidak bisa dilewatin manusia. “Sejam kali yah fid?” memperkirakan waktu untuk kembali lagi ke bus, dia menjawab “kayaknya setengah jam lah atau lebih dikit”.
Kalau gak salah Mufid sebatbut Mild jadi sekitar 5-8 menit setiap batangnya. Agendanya duduk diluar cari angin, ngecas hp, beli aqua, dan buang air. “angin malem adem bro!” kataku sambil menikmatinya lalu berjalan berkeliling, “Klik, Klik, Klik” bunyi kameraku mengambil berbagai macam kegiatan orang-orang di kapal. Semua terlihat lelah dan terlihat rautan ingin cepet sampai deh….
Kita akhirnya kebawah kembali kebus melewati truk, bus, mobil yang sudah menjalankan mesinnya semakin sumpek lah udara di tempat situ dan terasa panas hasil buangan mesin kendaraan. “udah lah fid nunggu diluar dulu” kataku, dia merasa cukup khawatir dengan ideku “riy udah lah masuk aja, entar ketinggalan kita” sambil menguatkan “ga akan ditungguin kita riy”. Teguh aku keluar untuk menanyai ini butuh berapa lama memparkirkan kapal di dock-nya memang. “10-15 menit lah dek” kata seorang kakek, tuh kan fid aku bilang apa dalam hati. Akhirnya Mufid menghampiriku setelah nunggu depan bus.

Sambil menunggu kapal kita mengobrol bersama seorang kakek, 5 menit lalu 10 menit, lalu… Mufid yang sedang main Hp mengecek kabar dari media sosial langsung kuaja untuk cek busnya karena sepertinya udah akan berangkat “fid kayaknya udah mau berangkat deh..”. Membalikan badan lalu jalan santai karena memang belum 15 menit, Bus sudah maju sekitar 5-10 meter kami mencoba menyusulnya dengan lari “fiid ayok larii!” panik seketika dan mencoba lari sekencang mungkin ketika udah sampai pintu aku mengetuknya dan mencoba membuka tapi “ini gimana cara bukanya siih ko ga bisa-bisa” masih dengan berlari. Lalu ternyata berhasil dibuka dan muka penumpang dan kenek bus melongo letih. “haduh ampir aja kalian telat” kata kenek bus itu, kalau aja 5 menit lagi kita nunggu kayaknya udah berakhir perjalanan ke Bali cuman sampai pelabuhan Gilimanuk.

