Bagaimana menikmati 36 jam perjalanan ke Bali

Pertanyaannya mungkin saya ganti menjadi “bagaimana ke Bali begitu berasa berharga?” karena terasa lebih tepat begitu. 36 jam telah dilewati diperjalanan sepanjang Pulau Jawa, Selat Bali, dan akhirnya sampai di terminal bis Mengwi. Dibandingkan dengan menggunakan pesawat terbang yang hanya memkan waktu 1-1.5 jam untuk mencapai Bandung atau Jakarta. Maka bisa dibilang kami sangat membuang-buang waktu, tetapi mendapatkan banyak sekali cerita. Seperti sebuah pepatah yang sering diucapkan “nothing worth come easy” begitu lah konsep yang kami terapkan pada perjalanan ini.

Foto ini diambil ketika kami melewati Banyuwangi, alasannya karena kami terjebak hujan besar, badan sudah sangat berkeringat ingin mandi, tetapi didalam bis terasa sangat gerah karena tidak memiliki AC dan mayoritas kaca ditutup karena menghindari air hujan. Perasaan seperti ini justru tersimpan dalam benak hingga saat ini ketika aku menulisnya. Aku baru merasakan perbedaan udara yang cukup menyegarkan selama aku melewati Jawa Timur dan Banyuwangi terasa paling menarik. Pada saat di bis aku merasakan aura yang sangat letih dari semua penumpang yang memasukinnya, tubuh yang lelah, suara yang cukup hening, mata yang dipaksakan untuk tertidur, dan posisi tubuh yang terus berubah karena mencari posisi enak. Aku juga merasakkan ketidaksabaran orang-orang dari rute yang terus diputar-putar selama menuju ke Dermaga Ketapang tapi dilain sisi aku melihat keikhlasan yang coba dibuat oleh setiap penumpang dengan mereka keluar dan mencoba membuka pembicaraan dengan satu dan lainnya.

Rute yang kami lalui sepanjang Jawa barat, Jawa tengah, Jawa timur, dan akhirnya Pulau Bali tidak seluruhnya menggunakan jalan tol dan mulus. 36 jam terasa sangat panjang tetapi ada beberapa hal yang membuat kami merasa lebih baik untuk bisa melewati semua itu. Untuk perjalanan menggunakan bis lebih baik berangkat pada siang hari menuju sore hari artinya akan melewati perjalanan panjang pada malam hari dan tiba ditujuan pada pagi keesokan harinya. Pada saat aku bertemu teman di terminal mencoba laah untuk membawa barang-barang yang bisa diceritakkan atau hal-hal yang bisa dilakukan bersama. Cobalah membawa cukup makanan tetapi memakan tidak berlebihan. Hal yang terpenting adalah bawa tubuhmu dengan kondisi yang sangat letih ketika akan berangkat sehingga waktu akan dihabiskan dengan beristirahat. Itu yang kami lakukan saat menggunakan Bis Gunung Harta dari Bandung ke Malang. Ketika esok pagi menghampiri akan sangat terasa sangat berharap untuk segara sampai, perasaan itu sangat berharga memang tidak menyenangkan tetapi itu yang membedakkan perjalanan.

Ketika kami sampai di stasiun Malang kami mencoba makanan yang terlihat menarik di terminal. Kami mencoba lotek dengan lontong tetapi diberi saus kacang dengan kuah rawon. Jika perjalanan selanjutnya cukup lama untuk di tunggu terdapat 3 pilihan yang bisa dilakukan cari lah teman yang tinggal di Kota itu lalu carilah tempat makan dan tempat istirahat sebentar. Jika tidak ada teman maka pilihlah opsi kedua yaitu keluar dari terminal sesegera mungkin lalu pesanlah taksi untuk ke mesjid atau fasilitas umum yang bisa dititipkan barang bawaan lalu cari lah tempat makan atau tempat yang asik untuk menaikkan mood mungkin bermain PS atau bermain air. Jika waktu kalian tidak cukup banyak maka cobalah opsi ketiga yaitu dengan mengambil bis yang bisa mengantarkan ke tujuan tetapi tidak langsung ke terminal akhir tujuan.

Kami memilih opsi tiga yang biasa disebut dengan “oper-oper” maksudnya adalah kita harus turun di beberapa terminal lalu melanjutkannya dengan bis lainyna. Menariknya dan mungkin sial juga karena beberapa terminal di Jawa timur tidak beroperasi artinya kami harus turun di pinggir jalan dan berharap ada Bis yang bisa mengantarkan kami ke terminal selanjutnya. Ketika sudah mengambil keputusan ini persiapkanlah itikad baik dengan semua hal yang akan terjadi Haha karena “good ride” akan datang. Ketika di bis kita akan selalu ditawarkan makanan atau barang setiap kali transit di terminal mereka akan meletakannya sementara di kuris atau di atas paha kita. Mereka tidak akan memaksa jadi jika tidak ingin membeli cukup berdiam diri saja. Jalur bis ekonomi berbeda arah dengan bis eksekutif yang langsung menuju tujuan karena bis eksekutif melalui jalur utara yang merupakan jalur utama sedangkan jalur selatan merupakan jalur sekunder yaitu jalur antar kota.

Jalur bis yang dilewati ini cukup menarik, karena sebenernya mayoritas yang menaiki bis tersebut merupakan masyarakat kota di Jawa Timur sehingga kita bisa mengetahui kehidupannya. Menariknya mereka sangat terbuka akan cerita, saat aku menaiki bis dari Malang menuju Jember aku duduk bersama seorang ibu yang mengajakku mengobrol disepanjang perjalanan sekitar 2 jam kami tidak berhenti berbicara. Keluar lah setiap bis berhenti untuk menghirup udara dan belilah barang yang bisa dikonsumsi selama di bis.

29 Jam waktu yang diperlukan untuk sampai di Dermaga Ketapang, sebenarnya cukup dilematis bagi bis ekonomi ini. Karena harganya yang cukup murah sehingga akan rugi jika menyebrang menuju bali tetapi dengan kondisi bis tidak penuh. Sehingga bis yang kami tumpangi justru menunggu bis lain yang jumlahnya lebih sedikit untuk berpindah tempat ke bis kami. Begitulah kondisi transportasi umum di daerah Jawa Timur. Karena bis kami bergerak cukup lambat kami memakan waktu 6 jam untuk mencapai terminal Mengwi.

Banyak sekali yang aku alami, tetapi ada beberapa hal yang terasa lebih lengkap jika diperlu diulang kembali. Berpergian dengan jumlah 3-5 orang, bawalah makanan, kontaklah kenalan atau teman di tempat-tempat yang mungkin akan diperlukkan, bawalah makanan khas dari bandung untuk membuat teman baru, carilah rute yang paling mengasyikkan, carilah tempat transit paling mengasyikkan, dan nikmati interaksi dengan setiap perasaan yang dialami selama diperjalanan.

Masyarakat kita yaitu Indonesia senang sekali bergosip terkadang memberi kesan yang kurang baik terhadap suku atau etnis lainnya. Akan tetapi, berilah kesan sendiri terhadap apa yang akan kita hadapi kedepannya! Akhirnya kami sampai di terminal Mengwi pukul setengah 4 pagi dengan muka sangat bahagia!

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started